• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jumat, Februari 13, 2026
  • Login
panggungpolitik.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Isuutama
  • Ekonomi
  • Pangan
  • Hits
  • Contact
  • Home
  • Isuutama
  • Ekonomi
  • Pangan
  • Hits
  • Contact
No Result
View All Result
panggungpolitik.com
No Result
View All Result
Home Politik

Partai Gerakan Rakyat Resmi Dideklarasikan, Harapkan Anies Baswedan Jadi Presiden RI

admin by admin
20 Januari 2026
in Politik
0 0
0
Anies Baswedan dideklarasi jadi Presiden
Share on FacebookShare on Twitter

Panggungpolitik – Organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat secara resmi mendeklarasikan diri sebagai partai politik dengan nama Partai Gerakan Rakyat. Deklarasi ini menjadi penanda langkah baru dalam perjuangan politik organisasi tersebut untuk berpartisipasi aktif dalam dinamika demokrasi nasional, termasuk dalam kontestasi pemilu presiden di masa mendatang. Dalam momen bersejarah itu, Gerakan Rakyat secara terbuka menyatakan harapannya agar Anies Rasyid Baswedan kelak dapat memimpin Indonesia sebagai Presiden Republik Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, dalam pidato perdananya usai deklarasi partai yang berlangsung pada Minggu, 18 Januari 2026. Acara itu digelar bertepatan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Gerakan Rakyat di Hotel Aryaduta, Jakarta, dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Gerakan Rakyat.

“Satu hal kita menginginkan Indonesia lebih adil dan makmur dan yang kedua kita menginginkan bahwa pemimpin nasional kita nanti insyaallah adalah Anies Rasyid Baswedan,” ujar Sahrin dalam pidatonya.

Sahrin menegaskan bahwa pendirian Partai Gerakan Rakyat merupakan bagian dari ikhtiar kolektif untuk menghadirkan alat perjuangan politik yang benar-benar berpihak kepada rakyat. Ia menyampaikan bahwa partai ini lahir dari semangat bersama para anggota Gerakan Rakyat yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan latar belakang yang beragam, namun memiliki tujuan yang sama.

“Ini tentunya adalah hari yang sangat bersejarah buat kita. Sebuah hari di mana kerinduan terhadap sebuah kekuatan politik alternatif, sebuah kekuatan partai politik alternatif, sebuah alat perjuangan alternatif yang lahir dari orang-orang kecil, yang lahir dari orang-orang biasa,” kata Sahrin.
“Saudara-saudara semua hadir di sini dengan satu semangat, satu tekad yang bulat bahwa kita ingin hadir alat perjuangan yang betul-betul berpihak pada kepentingan dan kehendak rakyat,” lanjutnya.

Lebih jauh, Sahrin menjelaskan bahwa keputusan membentuk parpol bukanlah langkah yang diambil secara instan. Proses panjang telah dilalui sejak 2023, dimulai dari konsolidasi gagasan, penguatan jaringan, hingga deklarasi sebagai organisasi kemasyarakatan pada 2025. Puncaknya terjadi pada awal 2026, ketika Rakernas secara resmi menetapkan transformasi Gerakan Rakyat menjadi partai politik.

“Kita mengawali dari 2023, kemudian 2024, 2025 kita mendeklarasikan Gerakan Rakyat sebagai organisasi kemasyarakatan dan di awal 2026 kita mencatatkan bahwa persaudaraan atau perkumpulan Gerakan Rakyat ini melalui rapat kerja nasional telah menetapkan berdirinya partai politik dan partai itu adalah Partai Gerakan Rakyat,” pungkasnya.

Keputusan tersebut diambil melalui musyawarah dalam Rakernas I Gerakan Rakyat yang berlangsung sejak Sabtu, 17 Januari 2026. Pimpinan Sidang Rakernas, Muhammad Ridwan, menyampaikan bahwa keputusan itu disahkan secara mufakat dalam sidang pleno pada hari kedua.

“Setelah bermusyawarah dan akhirnya mencapai kata mufakat dari seluruh peserta Rapat Kerja Nasional pertama Gerakan Rakyat pada sidang pleno pertama untuk menetapkan sebagai berikut,” ujar Ridwan.
“Perkumpulan Gerakan Rakyat mendirikan sebuah partai politik dengan nama Partai Gerakan Rakyat. Setuju?” tambahnya, yang dijawab serempak “setuju” oleh peserta Rakernas.

Ridwan menegaskan bahwa Gerakan Rakyat meyakini perjuangan menuju Indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat memerlukan langkah politik yang terorganisasi, sistematis, dan berkelanjutan. Dalam forum tersebut, Sahrin Hamid juga ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat untuk masa bakti 2026–2031 serta diberi mandat membentuk struktur partai di seluruh Indonesia.

“Dengan demikian sah Bung Sahrin Hamid sebagai Ketua Partai Politik Gerakan Rakyat,” pungkas Ridwan.

Tags: Anies Baswedandeklarasi partai politikGerakan RakyatPilpres
admin

admin

Next Post
Kakorlantas di Grand Opening Lepas Showroom

Kakorlantas Tekankan Keselamatan di Peresmian Showroom Perdana Lepas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect with us

  • 138 Followers
  • 23.9k Followers
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Lance Armstrong Is Facing a $100 Million Lawsuit From the U.S. Government

3 November 2025

Super Bowl 2017: Here’s How Many People Watched the Super Bowl

5 November 2025

Matthew Wade says concussion substitute rule ‘needs to be looked at’

31 Oktober 2025

‘Dybala is the new Messi and worth €150m’ – Zamparini hails Juventus forward

29 Oktober 2025

Why the 2017 F1 rule changes will not level the playing field

0

Burnley v Lincoln City Betting: Clarets set for more cup joy on home soil

0

Orlando City provides Jason Kreis a chance at redemption – will he take it?

0

Why F1 must fight to restore the Nürburgring to the calendar

0
Kakorlantas Dorong Restorative Justice Lewat Penguatan Induk PJR

Local Wisdom Governance, Inovasi Korlantas Bangun Budaya Tertib

13 Februari 2026
Kepemimpinan dalam institusi kepolisian tidak semata-mata diukur dari jumlah kebijakan yang dikeluarkan, melainkan dari nilai-nilai yang mampu diwariskan dan bertahan dalam jangka panjang. Kepemimpinan yang bermakna adalah kepemimpinan yang sanggup menanamkan perubahan mendasar—ketika sebuah gagasan tidak berhenti sebagai program, tetapi tumbuh menjadi budaya organisasi. Prinsip inilah yang menjadi landasan lahirnya Polantas Menyapa dan Melayani 2026, sebuah inisiatif strategis Korps Lalu Lintas Polri di bawah kepemimpinan Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. Di tengah dinamika lalu lintas yang kian kompleks, Korlantas Polri menegaskan bahwa upaya mewujudkan keselamatan jalan raya tidak cukup hanya mengandalkan teknologi, sistem pengawasan, maupun penegakan hukum. Keselamatan membutuhkan pendekatan yang berorientasi pada manusia—kepemimpinan yang menempatkan pelayanan sebagai nilai inti dalam setiap tindakan. Berbagai pengalaman internasional menunjukkan bahwa reformasi kepolisian kerap gagal bertahan karena terjebak pada pendekatan berbasis proyek. Ketika kepemimpinan berganti, program pun ikut berhenti. Menyadari hal tersebut, Polantas Menyapa dan Melayani dirancang bukan sebagai agenda temporer, melainkan sebagai filosofi kerja yang melekat pada cara berpikir dan bertindak setiap personel. “Yang kami bangun bukan hanya sebuah program, melainkan cara pandang,” ujar Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. Pernyataan ini mencerminkan arah kepemimpinan yang berfokus pada transformasi pola pikir organisasi. Dalam konteks ini, menyapa bukanlah simbol semata, tetapi pintu masuk untuk membangun relasi yang sehat dan setara antara Polantas dan masyarakat. Polantas Menyapa dan Melayani 2026 dirancang agar melampaui siklus kebijakan tahunan. Nilai menyapa dan melayani diintegrasikan ke dalam pelatihan, standar kerja, serta praktik lapangan sehari-hari. Dengan pendekatan ini, budaya pelayanan tidak bergantung pada figur pimpinan, melainkan tertanam dalam sistem dan perilaku organisasi. Pendekatan tersebut sejalan dengan praktik global seperti service-oriented policing, procedural justice, dan trust-based policing. Namun, implementasinya tetap disesuaikan dengan konteks Indonesia, yang menjunjung tinggi nilai empati, gotong royong, dan musyawarah. Perpaduan antara standar internasional dan kearifan lokal ini menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun model pelayanan lalu lintas yang adaptif sekaligus membumi. Di ruang publik seperti jalan raya, kehadiran negara tercermin dari sikap dan tindakan aparatnya. Setiap interaksi Polantas dengan pengguna jalan membentuk persepsi masyarakat terhadap negara. Oleh karena itu, pendekatan yang menekankan pelayanan memiliki dampak strategis terhadap tingkat kepercayaan publik. Ketika kepercayaan terbangun, kepatuhan tidak lagi muncul karena rasa takut terhadap sanksi, melainkan karena kesadaran dan rasa dihargai. “Kami ingin membangun kepercayaan jangka panjang, bukan kepatuhan sesaat,” tegas Kakorlantas Polri. Polantas Menyapa dan Melayani 2026 dirancang sebagai legacy kepemimpinan yang menempatkan kepercayaan publik sebagai fondasi keselamatan lalu lintas nasional. Ketika nilai melayani telah menjadi budaya, Polantas akan tetap hadir secara humanis dan profesional, apa pun tantangan yang dihadapi di masa depan. Inilah esensi kepemimpinan berkelanjutan: menyapa hari ini untuk menjaga masa depan.

Teknologi ETLE Drone Perkuat Penegakan Hukum Lalu Lintas

12 Februari 2026
Rakor PPID 2026 memperkuat mediahub polri dengan dukungan PT Qudo Buana Nawakara untuk transformasi informasi publik

PT Qudo Buana Nawakara dan Mediahub Polri Bangun Ekosistem Informasi Terintegrasi

12 Februari 2026
mudik lebaran 2026

Aturan Resmi Operasional Angkutan Barang Selama Arus Mudik dan Balik 2026

12 Februari 2026

Recommended

Kakorlantas Dorong Restorative Justice Lewat Penguatan Induk PJR

Local Wisdom Governance, Inovasi Korlantas Bangun Budaya Tertib

13 Februari 2026
Kepemimpinan dalam institusi kepolisian tidak semata-mata diukur dari jumlah kebijakan yang dikeluarkan, melainkan dari nilai-nilai yang mampu diwariskan dan bertahan dalam jangka panjang. Kepemimpinan yang bermakna adalah kepemimpinan yang sanggup menanamkan perubahan mendasar—ketika sebuah gagasan tidak berhenti sebagai program, tetapi tumbuh menjadi budaya organisasi. Prinsip inilah yang menjadi landasan lahirnya Polantas Menyapa dan Melayani 2026, sebuah inisiatif strategis Korps Lalu Lintas Polri di bawah kepemimpinan Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. Di tengah dinamika lalu lintas yang kian kompleks, Korlantas Polri menegaskan bahwa upaya mewujudkan keselamatan jalan raya tidak cukup hanya mengandalkan teknologi, sistem pengawasan, maupun penegakan hukum. Keselamatan membutuhkan pendekatan yang berorientasi pada manusia—kepemimpinan yang menempatkan pelayanan sebagai nilai inti dalam setiap tindakan. Berbagai pengalaman internasional menunjukkan bahwa reformasi kepolisian kerap gagal bertahan karena terjebak pada pendekatan berbasis proyek. Ketika kepemimpinan berganti, program pun ikut berhenti. Menyadari hal tersebut, Polantas Menyapa dan Melayani dirancang bukan sebagai agenda temporer, melainkan sebagai filosofi kerja yang melekat pada cara berpikir dan bertindak setiap personel. “Yang kami bangun bukan hanya sebuah program, melainkan cara pandang,” ujar Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. Pernyataan ini mencerminkan arah kepemimpinan yang berfokus pada transformasi pola pikir organisasi. Dalam konteks ini, menyapa bukanlah simbol semata, tetapi pintu masuk untuk membangun relasi yang sehat dan setara antara Polantas dan masyarakat. Polantas Menyapa dan Melayani 2026 dirancang agar melampaui siklus kebijakan tahunan. Nilai menyapa dan melayani diintegrasikan ke dalam pelatihan, standar kerja, serta praktik lapangan sehari-hari. Dengan pendekatan ini, budaya pelayanan tidak bergantung pada figur pimpinan, melainkan tertanam dalam sistem dan perilaku organisasi. Pendekatan tersebut sejalan dengan praktik global seperti service-oriented policing, procedural justice, dan trust-based policing. Namun, implementasinya tetap disesuaikan dengan konteks Indonesia, yang menjunjung tinggi nilai empati, gotong royong, dan musyawarah. Perpaduan antara standar internasional dan kearifan lokal ini menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun model pelayanan lalu lintas yang adaptif sekaligus membumi. Di ruang publik seperti jalan raya, kehadiran negara tercermin dari sikap dan tindakan aparatnya. Setiap interaksi Polantas dengan pengguna jalan membentuk persepsi masyarakat terhadap negara. Oleh karena itu, pendekatan yang menekankan pelayanan memiliki dampak strategis terhadap tingkat kepercayaan publik. Ketika kepercayaan terbangun, kepatuhan tidak lagi muncul karena rasa takut terhadap sanksi, melainkan karena kesadaran dan rasa dihargai. “Kami ingin membangun kepercayaan jangka panjang, bukan kepatuhan sesaat,” tegas Kakorlantas Polri. Polantas Menyapa dan Melayani 2026 dirancang sebagai legacy kepemimpinan yang menempatkan kepercayaan publik sebagai fondasi keselamatan lalu lintas nasional. Ketika nilai melayani telah menjadi budaya, Polantas akan tetap hadir secara humanis dan profesional, apa pun tantangan yang dihadapi di masa depan. Inilah esensi kepemimpinan berkelanjutan: menyapa hari ini untuk menjaga masa depan.

Teknologi ETLE Drone Perkuat Penegakan Hukum Lalu Lintas

12 Februari 2026
Rakor PPID 2026 memperkuat mediahub polri dengan dukungan PT Qudo Buana Nawakara untuk transformasi informasi publik

PT Qudo Buana Nawakara dan Mediahub Polri Bangun Ekosistem Informasi Terintegrasi

12 Februari 2026
mudik lebaran 2026

Aturan Resmi Operasional Angkutan Barang Selama Arus Mudik dan Balik 2026

12 Februari 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Copyright PanggungPolitik Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Home
  • Isuutama
  • Ekonomi
  • Pangan
  • Hits
  • Contact

Copyright PanggungPolitik Team All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In