• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Rabu, Februari 18, 2026
  • Login
panggungpolitik.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Isuutama
  • Ekonomi
  • Pangan
  • Hits
  • Contact
  • Home
  • Isuutama
  • Ekonomi
  • Pangan
  • Hits
  • Contact
No Result
View All Result
panggungpolitik.com
No Result
View All Result
Home Jaga Negeri

Silancar Perkuat Sistem Patroli Modern, Korlantas Gelar Pelatihan Intensif 2025

admin by admin
11 Desember 2025
in Jaga Negeri
0 0
0
Korlantas Perkuat Modernisasi Patroli Lewat Pelatihan Silancar dan Kendaraan Listrik

Korlantas Perkuat Modernisasi Patroli Lewat Pelatihan Silancar dan Kendaraan Listrik

Share on FacebookShare on Twitter

Pelatihan Kendaraan R4 Pengawalan Berbasis Baterai T.A. 2025 yang berlangsung pada Kamis, 11 Desember 2025, di Fave Hotel PGC Cililitan, menghadirkan pembekalan komprehensif bagi anggota Korlantas Polri. Kegiatan ini tidak hanya menekankan penggunaan kendaraan listrik dalam tugas pengawalan, tetapi juga fokus pada pemanfaatan teknologi digital yang mendukung operasional satuan lalu lintas.

Pada sesi lanjutan pelatihan, peserta mendapatkan materi mendalam mengenai aplikasi Silancar, sebuah platform digital yang dikembangkan oleh PT Qudo Buana Nawakara untuk menunjang tugas patroli dan pengawalan. Paparan teknis tersebut dipimpin langsung oleh jajaran Kasubditwal bersama perwakilan PJR. Setelah sesi teori, peserta melanjutkannya dengan praktik lapangan menggunakan mobil Korlantas yang telah terintegrasi dengan Silancar.

Antusiasme peserta terlihat saat mereka mencoba satu per satu fitur operasional aplikasi. Silancar dibekali beragam fungsi yang menjadi tulang punggung sistem patroli modern Korlantas Polri. Salah satu fitur utama adalah Dashcam, yang memungkinkan operator memantau video langsung dari kamera yang terpasang pada kendaraan patroli. Aksesnya cukup mudah, yakni dengan menekan ikon kamera di samping nomor kendaraan sehingga pusat kendali dapat melihat situasi lapangan secara real time, bahkan dalam kondisi cuaca ekstrem.

Selain Dashcam, Silancar juga menghadirkan fitur Patroli, Pengawalan, SOS, Territory Layer, dan Hand Over. Seluruh fitur ini dirancang untuk mendukung koordinasi antarpetugas dan memperkuat komunikasi antara operator pusat dengan anggota di jalan. Melalui menu lapor lalu lintas, masyarakat bahkan dapat ikut berpartisipasi memberikan informasi kondisi jalan yang kemudian ditindaklanjuti oleh petugas.

Fitur SOS menjadi salah satu elemen yang paling penting dalam pengamanan petugas. Saat terjadi situasi genting, anggota yang sedang bertugas dapat mengirimkan sinyal permintaan bantuan. Operator pusat kemudian mengalihkan permintaan tersebut kepada kendaraan terdekat sehingga respons dapat diberikan cepat dan terarah.

Silancar juga dilengkapi modul asset management yang menyajikan posisi kendaraan secara akurat dan merekam rute perjalanan melalui kamera depan maupun dalam. Sistem ini tetap berjalan stabil dalam berbagai kondisi, memastikan setiap aktivitas patroli dapat dipantau tanpa gangguan.

Dalam hal dokumentasi, aplikasi ini menyediakan mekanisme pelaporan yang lengkap. Seluruh laporan tugas tercatat mulai dari titik check point hingga laporan akhir. Empat bentuk laporan—teks, rekaman suara, foto, dan video—membuat data operasional menjadi lebih valid, terstruktur, dan mudah ditinjau ulang untuk keperluan evaluasi.

Untuk memastikan seluruh personel memahami pengoperasian sistem, peserta pelatihan juga melakukan praktik menggunakan Samsung tablet sebagai perangkat kontrol Silancar. Mereka mencoba membuat penugasan patroli rutin secara langsung, mengecek posisi kendaraan, hingga menguji fitur-fitur yang mendukung mobilitas harian.

Dengan rangkaian pelatihan yang memadukan teknologi kendaraan listrik dan sistem digital terintegrasi, Korlantas Polri menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta modernisasi operasional di lapangan. Kehadiran Silancar diharapkan semakin memperkuat efektivitas pengawalan dan patroli, sekaligus meningkatkan kecepatan dan akurasi pengambilan keputusan dalam berbagai situasi lalu lintas.

Tags: Kendaraan ListrikKorlantasPelatihanPJRPolriSilancar
admin

admin

Next Post
Peserta Pelatihan Korlantas Nilai Silancar Mudah Dipahami dan Efektif untuk Patroli

Korlantas Modernisasi Pengawalan: Peserta Uji Langsung Fitur Silancar di Lapangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect with us

  • 138 Followers
  • 23.9k Followers
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Super Bowl 2017: Here’s How Many People Watched the Super Bowl

5 November 2025

Lance Armstrong Is Facing a $100 Million Lawsuit From the U.S. Government

3 November 2025

Matthew Wade says concussion substitute rule ‘needs to be looked at’

31 Oktober 2025

‘Dybala is the new Messi and worth €150m’ – Zamparini hails Juventus forward

29 Oktober 2025

Why the 2017 F1 rule changes will not level the playing field

0

Burnley v Lincoln City Betting: Clarets set for more cup joy on home soil

0

Orlando City provides Jason Kreis a chance at redemption – will he take it?

0

Why F1 must fight to restore the Nürburgring to the calendar

0
Kakorlantas di Grand Opening Lepas Showroom

Strategi Kakorlantas Bangun Kepercayaan Publik Lewat Polantas

13 Februari 2026
Kakorlantas Dorong Restorative Justice Lewat Penguatan Induk PJR

Local Wisdom Governance, Inovasi Korlantas Bangun Budaya Tertib

13 Februari 2026
Kepemimpinan dalam institusi kepolisian tidak semata-mata diukur dari jumlah kebijakan yang dikeluarkan, melainkan dari nilai-nilai yang mampu diwariskan dan bertahan dalam jangka panjang. Kepemimpinan yang bermakna adalah kepemimpinan yang sanggup menanamkan perubahan mendasar—ketika sebuah gagasan tidak berhenti sebagai program, tetapi tumbuh menjadi budaya organisasi. Prinsip inilah yang menjadi landasan lahirnya Polantas Menyapa dan Melayani 2026, sebuah inisiatif strategis Korps Lalu Lintas Polri di bawah kepemimpinan Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. Di tengah dinamika lalu lintas yang kian kompleks, Korlantas Polri menegaskan bahwa upaya mewujudkan keselamatan jalan raya tidak cukup hanya mengandalkan teknologi, sistem pengawasan, maupun penegakan hukum. Keselamatan membutuhkan pendekatan yang berorientasi pada manusia—kepemimpinan yang menempatkan pelayanan sebagai nilai inti dalam setiap tindakan. Berbagai pengalaman internasional menunjukkan bahwa reformasi kepolisian kerap gagal bertahan karena terjebak pada pendekatan berbasis proyek. Ketika kepemimpinan berganti, program pun ikut berhenti. Menyadari hal tersebut, Polantas Menyapa dan Melayani dirancang bukan sebagai agenda temporer, melainkan sebagai filosofi kerja yang melekat pada cara berpikir dan bertindak setiap personel. “Yang kami bangun bukan hanya sebuah program, melainkan cara pandang,” ujar Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. Pernyataan ini mencerminkan arah kepemimpinan yang berfokus pada transformasi pola pikir organisasi. Dalam konteks ini, menyapa bukanlah simbol semata, tetapi pintu masuk untuk membangun relasi yang sehat dan setara antara Polantas dan masyarakat. Polantas Menyapa dan Melayani 2026 dirancang agar melampaui siklus kebijakan tahunan. Nilai menyapa dan melayani diintegrasikan ke dalam pelatihan, standar kerja, serta praktik lapangan sehari-hari. Dengan pendekatan ini, budaya pelayanan tidak bergantung pada figur pimpinan, melainkan tertanam dalam sistem dan perilaku organisasi. Pendekatan tersebut sejalan dengan praktik global seperti service-oriented policing, procedural justice, dan trust-based policing. Namun, implementasinya tetap disesuaikan dengan konteks Indonesia, yang menjunjung tinggi nilai empati, gotong royong, dan musyawarah. Perpaduan antara standar internasional dan kearifan lokal ini menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun model pelayanan lalu lintas yang adaptif sekaligus membumi. Di ruang publik seperti jalan raya, kehadiran negara tercermin dari sikap dan tindakan aparatnya. Setiap interaksi Polantas dengan pengguna jalan membentuk persepsi masyarakat terhadap negara. Oleh karena itu, pendekatan yang menekankan pelayanan memiliki dampak strategis terhadap tingkat kepercayaan publik. Ketika kepercayaan terbangun, kepatuhan tidak lagi muncul karena rasa takut terhadap sanksi, melainkan karena kesadaran dan rasa dihargai. “Kami ingin membangun kepercayaan jangka panjang, bukan kepatuhan sesaat,” tegas Kakorlantas Polri. Polantas Menyapa dan Melayani 2026 dirancang sebagai legacy kepemimpinan yang menempatkan kepercayaan publik sebagai fondasi keselamatan lalu lintas nasional. Ketika nilai melayani telah menjadi budaya, Polantas akan tetap hadir secara humanis dan profesional, apa pun tantangan yang dihadapi di masa depan. Inilah esensi kepemimpinan berkelanjutan: menyapa hari ini untuk menjaga masa depan.

Teknologi ETLE Drone Perkuat Penegakan Hukum Lalu Lintas

12 Februari 2026
Rakor PPID 2026 memperkuat mediahub polri dengan dukungan PT Qudo Buana Nawakara untuk transformasi informasi publik

PT Qudo Buana Nawakara dan Mediahub Polri Bangun Ekosistem Informasi Terintegrasi

12 Februari 2026

Recommended

Kakorlantas di Grand Opening Lepas Showroom

Strategi Kakorlantas Bangun Kepercayaan Publik Lewat Polantas

13 Februari 2026
Kakorlantas Dorong Restorative Justice Lewat Penguatan Induk PJR

Local Wisdom Governance, Inovasi Korlantas Bangun Budaya Tertib

13 Februari 2026
Kepemimpinan dalam institusi kepolisian tidak semata-mata diukur dari jumlah kebijakan yang dikeluarkan, melainkan dari nilai-nilai yang mampu diwariskan dan bertahan dalam jangka panjang. Kepemimpinan yang bermakna adalah kepemimpinan yang sanggup menanamkan perubahan mendasar—ketika sebuah gagasan tidak berhenti sebagai program, tetapi tumbuh menjadi budaya organisasi. Prinsip inilah yang menjadi landasan lahirnya Polantas Menyapa dan Melayani 2026, sebuah inisiatif strategis Korps Lalu Lintas Polri di bawah kepemimpinan Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. Di tengah dinamika lalu lintas yang kian kompleks, Korlantas Polri menegaskan bahwa upaya mewujudkan keselamatan jalan raya tidak cukup hanya mengandalkan teknologi, sistem pengawasan, maupun penegakan hukum. Keselamatan membutuhkan pendekatan yang berorientasi pada manusia—kepemimpinan yang menempatkan pelayanan sebagai nilai inti dalam setiap tindakan. Berbagai pengalaman internasional menunjukkan bahwa reformasi kepolisian kerap gagal bertahan karena terjebak pada pendekatan berbasis proyek. Ketika kepemimpinan berganti, program pun ikut berhenti. Menyadari hal tersebut, Polantas Menyapa dan Melayani dirancang bukan sebagai agenda temporer, melainkan sebagai filosofi kerja yang melekat pada cara berpikir dan bertindak setiap personel. “Yang kami bangun bukan hanya sebuah program, melainkan cara pandang,” ujar Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. Pernyataan ini mencerminkan arah kepemimpinan yang berfokus pada transformasi pola pikir organisasi. Dalam konteks ini, menyapa bukanlah simbol semata, tetapi pintu masuk untuk membangun relasi yang sehat dan setara antara Polantas dan masyarakat. Polantas Menyapa dan Melayani 2026 dirancang agar melampaui siklus kebijakan tahunan. Nilai menyapa dan melayani diintegrasikan ke dalam pelatihan, standar kerja, serta praktik lapangan sehari-hari. Dengan pendekatan ini, budaya pelayanan tidak bergantung pada figur pimpinan, melainkan tertanam dalam sistem dan perilaku organisasi. Pendekatan tersebut sejalan dengan praktik global seperti service-oriented policing, procedural justice, dan trust-based policing. Namun, implementasinya tetap disesuaikan dengan konteks Indonesia, yang menjunjung tinggi nilai empati, gotong royong, dan musyawarah. Perpaduan antara standar internasional dan kearifan lokal ini menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun model pelayanan lalu lintas yang adaptif sekaligus membumi. Di ruang publik seperti jalan raya, kehadiran negara tercermin dari sikap dan tindakan aparatnya. Setiap interaksi Polantas dengan pengguna jalan membentuk persepsi masyarakat terhadap negara. Oleh karena itu, pendekatan yang menekankan pelayanan memiliki dampak strategis terhadap tingkat kepercayaan publik. Ketika kepercayaan terbangun, kepatuhan tidak lagi muncul karena rasa takut terhadap sanksi, melainkan karena kesadaran dan rasa dihargai. “Kami ingin membangun kepercayaan jangka panjang, bukan kepatuhan sesaat,” tegas Kakorlantas Polri. Polantas Menyapa dan Melayani 2026 dirancang sebagai legacy kepemimpinan yang menempatkan kepercayaan publik sebagai fondasi keselamatan lalu lintas nasional. Ketika nilai melayani telah menjadi budaya, Polantas akan tetap hadir secara humanis dan profesional, apa pun tantangan yang dihadapi di masa depan. Inilah esensi kepemimpinan berkelanjutan: menyapa hari ini untuk menjaga masa depan.

Teknologi ETLE Drone Perkuat Penegakan Hukum Lalu Lintas

12 Februari 2026
Rakor PPID 2026 memperkuat mediahub polri dengan dukungan PT Qudo Buana Nawakara untuk transformasi informasi publik

PT Qudo Buana Nawakara dan Mediahub Polri Bangun Ekosistem Informasi Terintegrasi

12 Februari 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Copyright PanggungPolitik Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Home
  • Isuutama
  • Ekonomi
  • Pangan
  • Hits
  • Contact

Copyright PanggungPolitik Team All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In