• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sabtu, Februari 7, 2026
  • Login
panggungpolitik.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Isuutama
  • Ekonomi
  • Pangan
  • Hits
  • Contact
  • Home
  • Isuutama
  • Ekonomi
  • Pangan
  • Hits
  • Contact
No Result
View All Result
panggungpolitik.com
No Result
View All Result
Home Tak Berkategori

Korlantas Polri Siapkan Strategi Operasi Ketupat 2026

admin by admin
14 Januari 2026
in Tak Berkategori
0 0
0
Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroh
Share on FacebookShare on Twitter

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai mematangkan strategi pengamanan Operasi Ketupat 2026 setelah mencatatkan hasil positif dalam pelaksanaan Operasi Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan bahwa keberhasilan sebelumnya harus menjadi pijakan untuk menghadirkan pelayanan lalu lintas yang semakin berkualitas, sekaligus mendorong perubahan citra polisi lalu lintas di mata masyarakat.

Irjen Agus mengingatkan seluruh jajaran agar mempersiapkan Operasi Ketupat 2026 secara maksimal. Operasi Ketupat tahun sebelumnya mendapat apresiasi luas, termasuk dari Presiden Prabowo Subianto yang menilai Korlantas Polri berhasil mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2025 serta menurunkan angka kecelakaan dan fatalitas korban secara signifikan.

“Oleh sebab itu, ada beberapa inovasi yang tentunya nanti akan kita kembangkan, karena pengamanan Lebaran, arus mudik dan balik bukan hanya pengamanan arus lalin, tetapi kita hadir melayani, kita hadir melindungi semua pengguna jalan masyarakat dan keluarga yang tentunya harus sukacita untuk bisa merayakan Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Irjen Agus saat memberikan arahan di Pos Induk Cikampek, Rabu (14/1/2026).

Dalam arahannya, Kakorlantas meminta jajaran menyiapkan langkah-langkah konkret agar pengguna jalan merasa aman dan nyaman. Pelayanan di jalan arteri, jalan tol, hingga kawasan rest area diminta untuk dimaksimalkan, mengingat titik-titik tersebut menjadi lokasi krusial saat arus mudik dan balik Lebaran.

Lebih lanjut, Irjen Agus menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi momentum perubahan wajah Polantas. Menurutnya, Polantas ke depan harus dikenal sebagai sosok yang humanis, melayani masyarakat dengan ramah, namun tetap tegas dan bijaksana dalam penegakan hukum.

“Jadi kita sudah sepakat untuk mengubah wajah Polantas yang berbeda, wajah Polantas yang penuh humanis, wajah Polantas yang penuh melayani, wajah Polantas yang tersenyum tegas tetapi bijaksana,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perubahan tersebut bukan sekadar slogan, melainkan transformasi budaya kerja yang harus dijalankan secara konsisten. Resolusi 2026, lanjutnya, adalah mengeksekusi perubahan kultur agar Polantas tidak lagi dibanggakan karena banyaknya penindakan, melainkan karena keberhasilannya menumbuhkan kesadaran dan disiplin masyarakat di jalan raya.

“Kita tidak bangga untuk melakukan penegakan hukum, tetapi kita bangga ketika melihat pengguna jalan itu tertib, disiplin, karena kesadaran,” kata Irjen Agus.

Kakorlantas juga menekankan pentingnya pelayanan yang beretika dan tidak transaksional. Ia meminta seluruh jajaran memahami filosofi “senyum Polantas” sebagai simbol pelayanan yang humanis tanpa menghilangkan ketegasan.

“Senyum Polantas adalah marka utama. Biarpun tersenyum, Anda tegas dan bijaksana tetapi tetap humanis. Artinya, menghadapi situasi apa pun, Anda tidak boleh marah di lapangan,” tegasnya.

Selain perubahan pendekatan, pemanfaatan teknologi juga menjadi fokus utama pada 2026. Irjen Agus mendorong optimalisasi penggunaan drone untuk pemantauan lalu lintas dan penegakan hukum berbasis teknologi.

“Nanti saya sudah perintahkan Pak Dirgakkum agar drone minimal seminggu tiga kali selalu beroperasi,” ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan lalu lintas ke depan harus bertumpu pada data hasil pemantauan drone, infrastruktur K3I, dan sistem smart city. Dengan pendekatan tersebut, Korlantas Polri diharapkan mampu menyampaikan informasi lalu lintas secara akurat kepada masyarakat melalui kolaborasi dan sinergi lintas sektor.

Tags: Korlantasoperasi ketupat 2026
admin

admin

Next Post
Prabowo ke IKN

IKN Jadi Prioritas, Prabowo Dorong Penyelesaian Infrastruktur Negara Sebelum 2028

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect with us

  • 138 Followers
  • 23.9k Followers
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Lance Armstrong Is Facing a $100 Million Lawsuit From the U.S. Government

3 November 2025

Super Bowl 2017: Here’s How Many People Watched the Super Bowl

5 November 2025

Matthew Wade says concussion substitute rule ‘needs to be looked at’

31 Oktober 2025

‘Dybala is the new Messi and worth €150m’ – Zamparini hails Juventus forward

29 Oktober 2025

Why the 2017 F1 rule changes will not level the playing field

0

Burnley v Lincoln City Betting: Clarets set for more cup joy on home soil

0

Orlando City provides Jason Kreis a chance at redemption – will he take it?

0

Why F1 must fight to restore the Nürburgring to the calendar

0
Kepemimpinan dalam institusi kepolisian tidak semata-mata diukur dari jumlah kebijakan yang dikeluarkan, melainkan dari nilai-nilai yang mampu diwariskan dan bertahan dalam jangka panjang. Kepemimpinan yang bermakna adalah kepemimpinan yang sanggup menanamkan perubahan mendasar—ketika sebuah gagasan tidak berhenti sebagai program, tetapi tumbuh menjadi budaya organisasi. Prinsip inilah yang menjadi landasan lahirnya Polantas Menyapa dan Melayani 2026, sebuah inisiatif strategis Korps Lalu Lintas Polri di bawah kepemimpinan Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. Di tengah dinamika lalu lintas yang kian kompleks, Korlantas Polri menegaskan bahwa upaya mewujudkan keselamatan jalan raya tidak cukup hanya mengandalkan teknologi, sistem pengawasan, maupun penegakan hukum. Keselamatan membutuhkan pendekatan yang berorientasi pada manusia—kepemimpinan yang menempatkan pelayanan sebagai nilai inti dalam setiap tindakan. Berbagai pengalaman internasional menunjukkan bahwa reformasi kepolisian kerap gagal bertahan karena terjebak pada pendekatan berbasis proyek. Ketika kepemimpinan berganti, program pun ikut berhenti. Menyadari hal tersebut, Polantas Menyapa dan Melayani dirancang bukan sebagai agenda temporer, melainkan sebagai filosofi kerja yang melekat pada cara berpikir dan bertindak setiap personel. “Yang kami bangun bukan hanya sebuah program, melainkan cara pandang,” ujar Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. Pernyataan ini mencerminkan arah kepemimpinan yang berfokus pada transformasi pola pikir organisasi. Dalam konteks ini, menyapa bukanlah simbol semata, tetapi pintu masuk untuk membangun relasi yang sehat dan setara antara Polantas dan masyarakat. Polantas Menyapa dan Melayani 2026 dirancang agar melampaui siklus kebijakan tahunan. Nilai menyapa dan melayani diintegrasikan ke dalam pelatihan, standar kerja, serta praktik lapangan sehari-hari. Dengan pendekatan ini, budaya pelayanan tidak bergantung pada figur pimpinan, melainkan tertanam dalam sistem dan perilaku organisasi. Pendekatan tersebut sejalan dengan praktik global seperti service-oriented policing, procedural justice, dan trust-based policing. Namun, implementasinya tetap disesuaikan dengan konteks Indonesia, yang menjunjung tinggi nilai empati, gotong royong, dan musyawarah. Perpaduan antara standar internasional dan kearifan lokal ini menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun model pelayanan lalu lintas yang adaptif sekaligus membumi. Di ruang publik seperti jalan raya, kehadiran negara tercermin dari sikap dan tindakan aparatnya. Setiap interaksi Polantas dengan pengguna jalan membentuk persepsi masyarakat terhadap negara. Oleh karena itu, pendekatan yang menekankan pelayanan memiliki dampak strategis terhadap tingkat kepercayaan publik. Ketika kepercayaan terbangun, kepatuhan tidak lagi muncul karena rasa takut terhadap sanksi, melainkan karena kesadaran dan rasa dihargai. “Kami ingin membangun kepercayaan jangka panjang, bukan kepatuhan sesaat,” tegas Kakorlantas Polri. Polantas Menyapa dan Melayani 2026 dirancang sebagai legacy kepemimpinan yang menempatkan kepercayaan publik sebagai fondasi keselamatan lalu lintas nasional. Ketika nilai melayani telah menjadi budaya, Polantas akan tetap hadir secara humanis dan profesional, apa pun tantangan yang dihadapi di masa depan. Inilah esensi kepemimpinan berkelanjutan: menyapa hari ini untuk menjaga masa depan.

Polantas Sebagai Wajah Negara, Membangun Kepercayaan dari Jalan Raya

6 Februari 2026
Persiapan Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas Tinjau Jalur Tol dan Arteri

Persiapan Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas Tinjau Jalur Tol dan Arteri

6 Februari 2026
Irjen Agus Dorong Kolaborasi Polri dan Ojol di Jawa Timur

Dari Silaturahmi hingga Solusi, Dialog Kakorlantas dan Ojol di Kota Batu

6 Februari 2026
Menjelang mudik Lebaran 2026, Korlantas Polri meninjau jalur Pantura dan Pansela guna memastikan kesiapan infrastruktur serta kelancaran arus mudik dan balik

Jalur Pantura Jadi Fokus Pengamanan Arus Mudik Lebaran 2026

5 Februari 2026

Recommended

Kepemimpinan dalam institusi kepolisian tidak semata-mata diukur dari jumlah kebijakan yang dikeluarkan, melainkan dari nilai-nilai yang mampu diwariskan dan bertahan dalam jangka panjang. Kepemimpinan yang bermakna adalah kepemimpinan yang sanggup menanamkan perubahan mendasar—ketika sebuah gagasan tidak berhenti sebagai program, tetapi tumbuh menjadi budaya organisasi. Prinsip inilah yang menjadi landasan lahirnya Polantas Menyapa dan Melayani 2026, sebuah inisiatif strategis Korps Lalu Lintas Polri di bawah kepemimpinan Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. Di tengah dinamika lalu lintas yang kian kompleks, Korlantas Polri menegaskan bahwa upaya mewujudkan keselamatan jalan raya tidak cukup hanya mengandalkan teknologi, sistem pengawasan, maupun penegakan hukum. Keselamatan membutuhkan pendekatan yang berorientasi pada manusia—kepemimpinan yang menempatkan pelayanan sebagai nilai inti dalam setiap tindakan. Berbagai pengalaman internasional menunjukkan bahwa reformasi kepolisian kerap gagal bertahan karena terjebak pada pendekatan berbasis proyek. Ketika kepemimpinan berganti, program pun ikut berhenti. Menyadari hal tersebut, Polantas Menyapa dan Melayani dirancang bukan sebagai agenda temporer, melainkan sebagai filosofi kerja yang melekat pada cara berpikir dan bertindak setiap personel. “Yang kami bangun bukan hanya sebuah program, melainkan cara pandang,” ujar Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. Pernyataan ini mencerminkan arah kepemimpinan yang berfokus pada transformasi pola pikir organisasi. Dalam konteks ini, menyapa bukanlah simbol semata, tetapi pintu masuk untuk membangun relasi yang sehat dan setara antara Polantas dan masyarakat. Polantas Menyapa dan Melayani 2026 dirancang agar melampaui siklus kebijakan tahunan. Nilai menyapa dan melayani diintegrasikan ke dalam pelatihan, standar kerja, serta praktik lapangan sehari-hari. Dengan pendekatan ini, budaya pelayanan tidak bergantung pada figur pimpinan, melainkan tertanam dalam sistem dan perilaku organisasi. Pendekatan tersebut sejalan dengan praktik global seperti service-oriented policing, procedural justice, dan trust-based policing. Namun, implementasinya tetap disesuaikan dengan konteks Indonesia, yang menjunjung tinggi nilai empati, gotong royong, dan musyawarah. Perpaduan antara standar internasional dan kearifan lokal ini menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun model pelayanan lalu lintas yang adaptif sekaligus membumi. Di ruang publik seperti jalan raya, kehadiran negara tercermin dari sikap dan tindakan aparatnya. Setiap interaksi Polantas dengan pengguna jalan membentuk persepsi masyarakat terhadap negara. Oleh karena itu, pendekatan yang menekankan pelayanan memiliki dampak strategis terhadap tingkat kepercayaan publik. Ketika kepercayaan terbangun, kepatuhan tidak lagi muncul karena rasa takut terhadap sanksi, melainkan karena kesadaran dan rasa dihargai. “Kami ingin membangun kepercayaan jangka panjang, bukan kepatuhan sesaat,” tegas Kakorlantas Polri. Polantas Menyapa dan Melayani 2026 dirancang sebagai legacy kepemimpinan yang menempatkan kepercayaan publik sebagai fondasi keselamatan lalu lintas nasional. Ketika nilai melayani telah menjadi budaya, Polantas akan tetap hadir secara humanis dan profesional, apa pun tantangan yang dihadapi di masa depan. Inilah esensi kepemimpinan berkelanjutan: menyapa hari ini untuk menjaga masa depan.

Polantas Sebagai Wajah Negara, Membangun Kepercayaan dari Jalan Raya

6 Februari 2026
Persiapan Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas Tinjau Jalur Tol dan Arteri

Persiapan Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas Tinjau Jalur Tol dan Arteri

6 Februari 2026
Irjen Agus Dorong Kolaborasi Polri dan Ojol di Jawa Timur

Dari Silaturahmi hingga Solusi, Dialog Kakorlantas dan Ojol di Kota Batu

6 Februari 2026
Menjelang mudik Lebaran 2026, Korlantas Polri meninjau jalur Pantura dan Pansela guna memastikan kesiapan infrastruktur serta kelancaran arus mudik dan balik

Jalur Pantura Jadi Fokus Pengamanan Arus Mudik Lebaran 2026

5 Februari 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Copyright PanggungPolitik Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Home
  • Isuutama
  • Ekonomi
  • Pangan
  • Hits
  • Contact

Copyright PanggungPolitik Team All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In