• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jumat, Februari 6, 2026
  • Login
panggungpolitik.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Isuutama
  • Ekonomi
  • Pangan
  • Hits
  • Contact
  • Home
  • Isuutama
  • Ekonomi
  • Pangan
  • Hits
  • Contact
No Result
View All Result
panggungpolitik.com
No Result
View All Result
Home Tak Berkategori

Dari Silaturahmi hingga Solusi, Dialog Kakorlantas dan Ojol di Kota Batu

admin by admin
6 Februari 2026
in Tak Berkategori
0 0
0
Irjen Agus Dorong Kolaborasi Polri dan Ojol di Jawa Timur
Share on FacebookShare on Twitter

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho S.H., M.Hum. melakukan kunjungan silaturahmi dengan para pengemudi ojek online (ojol) di Pos Ketan Legenda, Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (5/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat komunikasi serta membangun kolaborasi antara Polri dan komunitas ojol sebagai mitra strategis dalam menjaga ketertiban dan keselamatan berlalu lintas.

Dalam kunjungan itu, Irjen Agus didampingi sejumlah pejabat kepolisian, antara lain Kasubdit WAL dan PJR Korlantas Polri Kombes Pol. Ruben V. Takaendengan, Dirlantas Polda Jawa Timur Kombes Pol. Iwan Saktiadi, serta Kapolres Batu AKBP Aris Purwanto. Kehadiran rombongan disambut dengan hangat oleh perwakilan driver ojol yang hadir, mencerminkan hubungan yang sudah terjalin cukup baik selama ini.

Pada kesempatan tersebut, Kakorlantas menyampaikan apresiasi kepada para pengemudi ojol yang dinilai memiliki peran penting dalam aktivitas masyarakat sehari-hari. Ia juga menyampaikan salam dari Kapolri sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap komunitas ojol di berbagai daerah.
“Saya menyampaikan apresiasi yang luar biasa. Karena saya hadir di sini menyampaikan salam Bapak Kapolri kepada rekan-rekan, agar supaya ojol yang ada di Republik Indonesia khususnya di Jawa Timur dan khususnya di Batu selalu bersilaturahmi dan berkolaborasi dengan Polri,” kata Kakorlantas.

Irjen Agus menuturkan bahwa pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka untuk menyerap berbagai aspirasi dari para driver ojol. Sejumlah usulan disampaikan, mulai dari pembentukan Ojol Kamtibmas hingga gagasan pendirian Warung Ojol atau Ojol Mart sebagai tempat berkumpul dan beristirahat sambil menunggu pesanan.
“Saya hadir di sini sudah biasa komunikasi, dan bahkan ada beberapa usul tentang mungkin ada Ojol Kamtibmas, ada Warung Ojol apa bentuknya. Yang terpenting jaga keselamatan lalu lintas,” tutur dia.

Salah satu perwakilan ojol, Arif Kurniawan, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan bertemu langsung dengan Kakorlantas dan jajaran kepolisian. Ia menilai hubungan antara driver ojol dan kepolisian di Kota Batu telah terbangun cukup lama dan semakin erat.
“Alhamdulillah kita kerja sama dengan Polres itu sudah lama, terus ending-nya kemarin dengan acara Ojol itu ibaratnya jadi sahabat,” ungkap Arif.

Sementara itu, perwakilan ojol lainnya, Yadi Ardiansyah, menyampaikan keluhan terkait masih rendahnya kesadaran keselamatan berlalu lintas di kalangan pelajar, khususnya dalam penggunaan helm saat berangkat ke sekolah. Ia berharap ada langkah bersama antara kepolisian, Dinas Perhubungan, dan sekolah untuk meningkatkan edukasi keselamatan.


“Kebanyakan anak sekolah itu gak mau pakai helm, jadi nanti gimana kadang-kadang yang disalahin mesti driver. Jadi kita minta istilahnya, ayo kita datangin ke sekolah-sekolah kita ngasih sosialisasi atau apapun dengan Dishub. Karena takutnya di jalan ya sekecil apapun harus kita perhatikan,” pungkas Yadi.

Melalui pertemuan ini, Polri berharap sinergi dengan komunitas ojol dapat terus diperkuat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga dalam menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.

Tags: KakorlantasKorlantasojol kamtibmas
admin

admin

Next Post
Persiapan Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas Tinjau Jalur Tol dan Arteri

Persiapan Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas Tinjau Jalur Tol dan Arteri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect with us

  • 138 Followers
  • 23.9k Followers
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Lance Armstrong Is Facing a $100 Million Lawsuit From the U.S. Government

3 November 2025

Super Bowl 2017: Here’s How Many People Watched the Super Bowl

5 November 2025

Matthew Wade says concussion substitute rule ‘needs to be looked at’

31 Oktober 2025

‘Dybala is the new Messi and worth €150m’ – Zamparini hails Juventus forward

29 Oktober 2025

Why the 2017 F1 rule changes will not level the playing field

0

Burnley v Lincoln City Betting: Clarets set for more cup joy on home soil

0

Orlando City provides Jason Kreis a chance at redemption – will he take it?

0

Why F1 must fight to restore the Nürburgring to the calendar

0
Kepemimpinan dalam institusi kepolisian tidak semata-mata diukur dari jumlah kebijakan yang dikeluarkan, melainkan dari nilai-nilai yang mampu diwariskan dan bertahan dalam jangka panjang. Kepemimpinan yang bermakna adalah kepemimpinan yang sanggup menanamkan perubahan mendasar—ketika sebuah gagasan tidak berhenti sebagai program, tetapi tumbuh menjadi budaya organisasi. Prinsip inilah yang menjadi landasan lahirnya Polantas Menyapa dan Melayani 2026, sebuah inisiatif strategis Korps Lalu Lintas Polri di bawah kepemimpinan Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. Di tengah dinamika lalu lintas yang kian kompleks, Korlantas Polri menegaskan bahwa upaya mewujudkan keselamatan jalan raya tidak cukup hanya mengandalkan teknologi, sistem pengawasan, maupun penegakan hukum. Keselamatan membutuhkan pendekatan yang berorientasi pada manusia—kepemimpinan yang menempatkan pelayanan sebagai nilai inti dalam setiap tindakan. Berbagai pengalaman internasional menunjukkan bahwa reformasi kepolisian kerap gagal bertahan karena terjebak pada pendekatan berbasis proyek. Ketika kepemimpinan berganti, program pun ikut berhenti. Menyadari hal tersebut, Polantas Menyapa dan Melayani dirancang bukan sebagai agenda temporer, melainkan sebagai filosofi kerja yang melekat pada cara berpikir dan bertindak setiap personel. “Yang kami bangun bukan hanya sebuah program, melainkan cara pandang,” ujar Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. Pernyataan ini mencerminkan arah kepemimpinan yang berfokus pada transformasi pola pikir organisasi. Dalam konteks ini, menyapa bukanlah simbol semata, tetapi pintu masuk untuk membangun relasi yang sehat dan setara antara Polantas dan masyarakat. Polantas Menyapa dan Melayani 2026 dirancang agar melampaui siklus kebijakan tahunan. Nilai menyapa dan melayani diintegrasikan ke dalam pelatihan, standar kerja, serta praktik lapangan sehari-hari. Dengan pendekatan ini, budaya pelayanan tidak bergantung pada figur pimpinan, melainkan tertanam dalam sistem dan perilaku organisasi. Pendekatan tersebut sejalan dengan praktik global seperti service-oriented policing, procedural justice, dan trust-based policing. Namun, implementasinya tetap disesuaikan dengan konteks Indonesia, yang menjunjung tinggi nilai empati, gotong royong, dan musyawarah. Perpaduan antara standar internasional dan kearifan lokal ini menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun model pelayanan lalu lintas yang adaptif sekaligus membumi. Di ruang publik seperti jalan raya, kehadiran negara tercermin dari sikap dan tindakan aparatnya. Setiap interaksi Polantas dengan pengguna jalan membentuk persepsi masyarakat terhadap negara. Oleh karena itu, pendekatan yang menekankan pelayanan memiliki dampak strategis terhadap tingkat kepercayaan publik. Ketika kepercayaan terbangun, kepatuhan tidak lagi muncul karena rasa takut terhadap sanksi, melainkan karena kesadaran dan rasa dihargai. “Kami ingin membangun kepercayaan jangka panjang, bukan kepatuhan sesaat,” tegas Kakorlantas Polri. Polantas Menyapa dan Melayani 2026 dirancang sebagai legacy kepemimpinan yang menempatkan kepercayaan publik sebagai fondasi keselamatan lalu lintas nasional. Ketika nilai melayani telah menjadi budaya, Polantas akan tetap hadir secara humanis dan profesional, apa pun tantangan yang dihadapi di masa depan. Inilah esensi kepemimpinan berkelanjutan: menyapa hari ini untuk menjaga masa depan.

Polantas Sebagai Wajah Negara, Membangun Kepercayaan dari Jalan Raya

6 Februari 2026
Persiapan Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas Tinjau Jalur Tol dan Arteri

Persiapan Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas Tinjau Jalur Tol dan Arteri

6 Februari 2026
Irjen Agus Dorong Kolaborasi Polri dan Ojol di Jawa Timur

Dari Silaturahmi hingga Solusi, Dialog Kakorlantas dan Ojol di Kota Batu

6 Februari 2026
Menjelang mudik Lebaran 2026, Korlantas Polri meninjau jalur Pantura dan Pansela guna memastikan kesiapan infrastruktur serta kelancaran arus mudik dan balik

Jalur Pantura Jadi Fokus Pengamanan Arus Mudik Lebaran 2026

5 Februari 2026

Recommended

Kepemimpinan dalam institusi kepolisian tidak semata-mata diukur dari jumlah kebijakan yang dikeluarkan, melainkan dari nilai-nilai yang mampu diwariskan dan bertahan dalam jangka panjang. Kepemimpinan yang bermakna adalah kepemimpinan yang sanggup menanamkan perubahan mendasar—ketika sebuah gagasan tidak berhenti sebagai program, tetapi tumbuh menjadi budaya organisasi. Prinsip inilah yang menjadi landasan lahirnya Polantas Menyapa dan Melayani 2026, sebuah inisiatif strategis Korps Lalu Lintas Polri di bawah kepemimpinan Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. Di tengah dinamika lalu lintas yang kian kompleks, Korlantas Polri menegaskan bahwa upaya mewujudkan keselamatan jalan raya tidak cukup hanya mengandalkan teknologi, sistem pengawasan, maupun penegakan hukum. Keselamatan membutuhkan pendekatan yang berorientasi pada manusia—kepemimpinan yang menempatkan pelayanan sebagai nilai inti dalam setiap tindakan. Berbagai pengalaman internasional menunjukkan bahwa reformasi kepolisian kerap gagal bertahan karena terjebak pada pendekatan berbasis proyek. Ketika kepemimpinan berganti, program pun ikut berhenti. Menyadari hal tersebut, Polantas Menyapa dan Melayani dirancang bukan sebagai agenda temporer, melainkan sebagai filosofi kerja yang melekat pada cara berpikir dan bertindak setiap personel. “Yang kami bangun bukan hanya sebuah program, melainkan cara pandang,” ujar Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. Pernyataan ini mencerminkan arah kepemimpinan yang berfokus pada transformasi pola pikir organisasi. Dalam konteks ini, menyapa bukanlah simbol semata, tetapi pintu masuk untuk membangun relasi yang sehat dan setara antara Polantas dan masyarakat. Polantas Menyapa dan Melayani 2026 dirancang agar melampaui siklus kebijakan tahunan. Nilai menyapa dan melayani diintegrasikan ke dalam pelatihan, standar kerja, serta praktik lapangan sehari-hari. Dengan pendekatan ini, budaya pelayanan tidak bergantung pada figur pimpinan, melainkan tertanam dalam sistem dan perilaku organisasi. Pendekatan tersebut sejalan dengan praktik global seperti service-oriented policing, procedural justice, dan trust-based policing. Namun, implementasinya tetap disesuaikan dengan konteks Indonesia, yang menjunjung tinggi nilai empati, gotong royong, dan musyawarah. Perpaduan antara standar internasional dan kearifan lokal ini menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun model pelayanan lalu lintas yang adaptif sekaligus membumi. Di ruang publik seperti jalan raya, kehadiran negara tercermin dari sikap dan tindakan aparatnya. Setiap interaksi Polantas dengan pengguna jalan membentuk persepsi masyarakat terhadap negara. Oleh karena itu, pendekatan yang menekankan pelayanan memiliki dampak strategis terhadap tingkat kepercayaan publik. Ketika kepercayaan terbangun, kepatuhan tidak lagi muncul karena rasa takut terhadap sanksi, melainkan karena kesadaran dan rasa dihargai. “Kami ingin membangun kepercayaan jangka panjang, bukan kepatuhan sesaat,” tegas Kakorlantas Polri. Polantas Menyapa dan Melayani 2026 dirancang sebagai legacy kepemimpinan yang menempatkan kepercayaan publik sebagai fondasi keselamatan lalu lintas nasional. Ketika nilai melayani telah menjadi budaya, Polantas akan tetap hadir secara humanis dan profesional, apa pun tantangan yang dihadapi di masa depan. Inilah esensi kepemimpinan berkelanjutan: menyapa hari ini untuk menjaga masa depan.

Polantas Sebagai Wajah Negara, Membangun Kepercayaan dari Jalan Raya

6 Februari 2026
Persiapan Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas Tinjau Jalur Tol dan Arteri

Persiapan Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas Tinjau Jalur Tol dan Arteri

6 Februari 2026
Irjen Agus Dorong Kolaborasi Polri dan Ojol di Jawa Timur

Dari Silaturahmi hingga Solusi, Dialog Kakorlantas dan Ojol di Kota Batu

6 Februari 2026
Menjelang mudik Lebaran 2026, Korlantas Polri meninjau jalur Pantura dan Pansela guna memastikan kesiapan infrastruktur serta kelancaran arus mudik dan balik

Jalur Pantura Jadi Fokus Pengamanan Arus Mudik Lebaran 2026

5 Februari 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Copyright PanggungPolitik Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Home
  • Isuutama
  • Ekonomi
  • Pangan
  • Hits
  • Contact

Copyright PanggungPolitik Team All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In