• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jumat, Februari 6, 2026
  • Login
panggungpolitik.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Isuutama
  • Ekonomi
  • Pangan
  • Hits
  • Contact
  • Home
  • Isuutama
  • Ekonomi
  • Pangan
  • Hits
  • Contact
No Result
View All Result
panggungpolitik.com
No Result
View All Result
Home News

Persiapan Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas Tinjau Jalur Tol dan Arteri

Persiapan Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas Tinjau Jalur Tol dan Arteri

admin by admin
6 Februari 2026
in News
0 0
0
Persiapan Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas Tinjau Jalur Tol dan Arteri
Share on FacebookShare on Twitter

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho S.H., M.Hum. melakukan peninjauan langsung ke Rest Area KM 66 Tol Pandaan–Malang, Jawa Timur, Kamis (5/2/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian persiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026, yang menjadi agenda nasional setiap tahunnya.

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur jalan dan fasilitas pendukung guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas atau kamseltibcarlantas. Kakorlantas menegaskan bahwa kesiapan jalur mudik tidak hanya difokuskan pada ruas tol, tetapi juga mencakup jalan arteri dan jalur utama lainnya yang digunakan masyarakat saat mudik.

“Jadi kita sudah sekian kali turun ke lapangan bersama-sama, tentunya memastikan bahwa kesiapan secara kolaboratif selalu kita laksanakan. Di samping meninjau jalan tol, kami juga turun ke jalan arteri, jalur Pantura juga kami cek seluruhnya. Demikian pula pada pelaksanaan Operasi Ketupat nanti, evaluasi-evaluasi tahun lalu menjadi catatan untuk kita perbaiki,” kata Kakorlantas.

Irjen Pol. Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa pengalaman pelaksanaan Operasi Ketupat pada tahun sebelumnya menjadi dasar penting dalam menyusun langkah-langkah perbaikan dan peningkatan pelayanan. Catatan positif yang telah berjalan dengan baik akan dipertahankan, sementara kekurangan yang ditemukan akan dibenahi secara menyeluruh agar tidak terulang kembali.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan pengamanan mudik Lebaran 2026. Menurutnya, sinergi antara Polri, pengelola jalan tol, kementerian terkait, serta pemangku kepentingan lainnya merupakan kunci utama dalam menciptakan perjalanan mudik yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Hal-hal yang sudah baik akan terus kita pertahankan, dan yang perlu diperbaiki akan kita benahi, tentunya memastikan bahwa jalan arteri dan jalan tol sama-sama berkeselamatan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari persiapan Operasi Ketupat,” tutur dia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan kesiapan rest area, baik di jalur A maupun jalur B. Rest area menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan mudik karena berfungsi sebagai tempat istirahat pengendara sekaligus pengurai kepadatan lalu lintas.

Menurut Rivan, pengecekan dilakukan secara menyeluruh terhadap sarana dan prasarana yang tersedia. Mulai dari pengaturan arus lalu lintas di kawasan rest area, manajemen parkir kendaraan, layanan pengisian bahan bakar minyak (BBM), hingga kesiapan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Selain itu, fasilitas pendukung seperti toilet dan masjid juga menjadi perhatian utama agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pemudik.

“Kami berharap seluruh persiapan dan perbaikan yang telah dilakukan benar-benar dapat memastikan rest area siap digunakan dengan baik oleh masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik yang akan datang,” pungkas Rivan.

Dengan peninjauan dan persiapan yang dilakukan sejak dini, diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dapat berjalan lebih optimal, serta mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran.

Tags: Korlantasmudik Lebaran 2026Tol Pandaan Malang
admin

admin

Next Post
Kepemimpinan dalam institusi kepolisian tidak semata-mata diukur dari jumlah kebijakan yang dikeluarkan, melainkan dari nilai-nilai yang mampu diwariskan dan bertahan dalam jangka panjang. Kepemimpinan yang bermakna adalah kepemimpinan yang sanggup menanamkan perubahan mendasar—ketika sebuah gagasan tidak berhenti sebagai program, tetapi tumbuh menjadi budaya organisasi. Prinsip inilah yang menjadi landasan lahirnya Polantas Menyapa dan Melayani 2026, sebuah inisiatif strategis Korps Lalu Lintas Polri di bawah kepemimpinan Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. Di tengah dinamika lalu lintas yang kian kompleks, Korlantas Polri menegaskan bahwa upaya mewujudkan keselamatan jalan raya tidak cukup hanya mengandalkan teknologi, sistem pengawasan, maupun penegakan hukum. Keselamatan membutuhkan pendekatan yang berorientasi pada manusia—kepemimpinan yang menempatkan pelayanan sebagai nilai inti dalam setiap tindakan. Berbagai pengalaman internasional menunjukkan bahwa reformasi kepolisian kerap gagal bertahan karena terjebak pada pendekatan berbasis proyek. Ketika kepemimpinan berganti, program pun ikut berhenti. Menyadari hal tersebut, Polantas Menyapa dan Melayani dirancang bukan sebagai agenda temporer, melainkan sebagai filosofi kerja yang melekat pada cara berpikir dan bertindak setiap personel. “Yang kami bangun bukan hanya sebuah program, melainkan cara pandang,” ujar Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. Pernyataan ini mencerminkan arah kepemimpinan yang berfokus pada transformasi pola pikir organisasi. Dalam konteks ini, menyapa bukanlah simbol semata, tetapi pintu masuk untuk membangun relasi yang sehat dan setara antara Polantas dan masyarakat. Polantas Menyapa dan Melayani 2026 dirancang agar melampaui siklus kebijakan tahunan. Nilai menyapa dan melayani diintegrasikan ke dalam pelatihan, standar kerja, serta praktik lapangan sehari-hari. Dengan pendekatan ini, budaya pelayanan tidak bergantung pada figur pimpinan, melainkan tertanam dalam sistem dan perilaku organisasi. Pendekatan tersebut sejalan dengan praktik global seperti service-oriented policing, procedural justice, dan trust-based policing. Namun, implementasinya tetap disesuaikan dengan konteks Indonesia, yang menjunjung tinggi nilai empati, gotong royong, dan musyawarah. Perpaduan antara standar internasional dan kearifan lokal ini menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun model pelayanan lalu lintas yang adaptif sekaligus membumi. Di ruang publik seperti jalan raya, kehadiran negara tercermin dari sikap dan tindakan aparatnya. Setiap interaksi Polantas dengan pengguna jalan membentuk persepsi masyarakat terhadap negara. Oleh karena itu, pendekatan yang menekankan pelayanan memiliki dampak strategis terhadap tingkat kepercayaan publik. Ketika kepercayaan terbangun, kepatuhan tidak lagi muncul karena rasa takut terhadap sanksi, melainkan karena kesadaran dan rasa dihargai. “Kami ingin membangun kepercayaan jangka panjang, bukan kepatuhan sesaat,” tegas Kakorlantas Polri. Polantas Menyapa dan Melayani 2026 dirancang sebagai legacy kepemimpinan yang menempatkan kepercayaan publik sebagai fondasi keselamatan lalu lintas nasional. Ketika nilai melayani telah menjadi budaya, Polantas akan tetap hadir secara humanis dan profesional, apa pun tantangan yang dihadapi di masa depan. Inilah esensi kepemimpinan berkelanjutan: menyapa hari ini untuk menjaga masa depan.

Polantas Sebagai Wajah Negara, Membangun Kepercayaan dari Jalan Raya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect with us

  • 138 Followers
  • 23.9k Followers
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Lance Armstrong Is Facing a $100 Million Lawsuit From the U.S. Government

3 November 2025

Super Bowl 2017: Here’s How Many People Watched the Super Bowl

5 November 2025

Matthew Wade says concussion substitute rule ‘needs to be looked at’

31 Oktober 2025

‘Dybala is the new Messi and worth €150m’ – Zamparini hails Juventus forward

29 Oktober 2025

Why the 2017 F1 rule changes will not level the playing field

0

Burnley v Lincoln City Betting: Clarets set for more cup joy on home soil

0

Orlando City provides Jason Kreis a chance at redemption – will he take it?

0

Why F1 must fight to restore the Nürburgring to the calendar

0
Kepemimpinan dalam institusi kepolisian tidak semata-mata diukur dari jumlah kebijakan yang dikeluarkan, melainkan dari nilai-nilai yang mampu diwariskan dan bertahan dalam jangka panjang. Kepemimpinan yang bermakna adalah kepemimpinan yang sanggup menanamkan perubahan mendasar—ketika sebuah gagasan tidak berhenti sebagai program, tetapi tumbuh menjadi budaya organisasi. Prinsip inilah yang menjadi landasan lahirnya Polantas Menyapa dan Melayani 2026, sebuah inisiatif strategis Korps Lalu Lintas Polri di bawah kepemimpinan Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. Di tengah dinamika lalu lintas yang kian kompleks, Korlantas Polri menegaskan bahwa upaya mewujudkan keselamatan jalan raya tidak cukup hanya mengandalkan teknologi, sistem pengawasan, maupun penegakan hukum. Keselamatan membutuhkan pendekatan yang berorientasi pada manusia—kepemimpinan yang menempatkan pelayanan sebagai nilai inti dalam setiap tindakan. Berbagai pengalaman internasional menunjukkan bahwa reformasi kepolisian kerap gagal bertahan karena terjebak pada pendekatan berbasis proyek. Ketika kepemimpinan berganti, program pun ikut berhenti. Menyadari hal tersebut, Polantas Menyapa dan Melayani dirancang bukan sebagai agenda temporer, melainkan sebagai filosofi kerja yang melekat pada cara berpikir dan bertindak setiap personel. “Yang kami bangun bukan hanya sebuah program, melainkan cara pandang,” ujar Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. Pernyataan ini mencerminkan arah kepemimpinan yang berfokus pada transformasi pola pikir organisasi. Dalam konteks ini, menyapa bukanlah simbol semata, tetapi pintu masuk untuk membangun relasi yang sehat dan setara antara Polantas dan masyarakat. Polantas Menyapa dan Melayani 2026 dirancang agar melampaui siklus kebijakan tahunan. Nilai menyapa dan melayani diintegrasikan ke dalam pelatihan, standar kerja, serta praktik lapangan sehari-hari. Dengan pendekatan ini, budaya pelayanan tidak bergantung pada figur pimpinan, melainkan tertanam dalam sistem dan perilaku organisasi. Pendekatan tersebut sejalan dengan praktik global seperti service-oriented policing, procedural justice, dan trust-based policing. Namun, implementasinya tetap disesuaikan dengan konteks Indonesia, yang menjunjung tinggi nilai empati, gotong royong, dan musyawarah. Perpaduan antara standar internasional dan kearifan lokal ini menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun model pelayanan lalu lintas yang adaptif sekaligus membumi. Di ruang publik seperti jalan raya, kehadiran negara tercermin dari sikap dan tindakan aparatnya. Setiap interaksi Polantas dengan pengguna jalan membentuk persepsi masyarakat terhadap negara. Oleh karena itu, pendekatan yang menekankan pelayanan memiliki dampak strategis terhadap tingkat kepercayaan publik. Ketika kepercayaan terbangun, kepatuhan tidak lagi muncul karena rasa takut terhadap sanksi, melainkan karena kesadaran dan rasa dihargai. “Kami ingin membangun kepercayaan jangka panjang, bukan kepatuhan sesaat,” tegas Kakorlantas Polri. Polantas Menyapa dan Melayani 2026 dirancang sebagai legacy kepemimpinan yang menempatkan kepercayaan publik sebagai fondasi keselamatan lalu lintas nasional. Ketika nilai melayani telah menjadi budaya, Polantas akan tetap hadir secara humanis dan profesional, apa pun tantangan yang dihadapi di masa depan. Inilah esensi kepemimpinan berkelanjutan: menyapa hari ini untuk menjaga masa depan.

Polantas Sebagai Wajah Negara, Membangun Kepercayaan dari Jalan Raya

6 Februari 2026
Persiapan Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas Tinjau Jalur Tol dan Arteri

Persiapan Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas Tinjau Jalur Tol dan Arteri

6 Februari 2026
Irjen Agus Dorong Kolaborasi Polri dan Ojol di Jawa Timur

Dari Silaturahmi hingga Solusi, Dialog Kakorlantas dan Ojol di Kota Batu

6 Februari 2026
Menjelang mudik Lebaran 2026, Korlantas Polri meninjau jalur Pantura dan Pansela guna memastikan kesiapan infrastruktur serta kelancaran arus mudik dan balik

Jalur Pantura Jadi Fokus Pengamanan Arus Mudik Lebaran 2026

5 Februari 2026

Recommended

Kepemimpinan dalam institusi kepolisian tidak semata-mata diukur dari jumlah kebijakan yang dikeluarkan, melainkan dari nilai-nilai yang mampu diwariskan dan bertahan dalam jangka panjang. Kepemimpinan yang bermakna adalah kepemimpinan yang sanggup menanamkan perubahan mendasar—ketika sebuah gagasan tidak berhenti sebagai program, tetapi tumbuh menjadi budaya organisasi. Prinsip inilah yang menjadi landasan lahirnya Polantas Menyapa dan Melayani 2026, sebuah inisiatif strategis Korps Lalu Lintas Polri di bawah kepemimpinan Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. Di tengah dinamika lalu lintas yang kian kompleks, Korlantas Polri menegaskan bahwa upaya mewujudkan keselamatan jalan raya tidak cukup hanya mengandalkan teknologi, sistem pengawasan, maupun penegakan hukum. Keselamatan membutuhkan pendekatan yang berorientasi pada manusia—kepemimpinan yang menempatkan pelayanan sebagai nilai inti dalam setiap tindakan. Berbagai pengalaman internasional menunjukkan bahwa reformasi kepolisian kerap gagal bertahan karena terjebak pada pendekatan berbasis proyek. Ketika kepemimpinan berganti, program pun ikut berhenti. Menyadari hal tersebut, Polantas Menyapa dan Melayani dirancang bukan sebagai agenda temporer, melainkan sebagai filosofi kerja yang melekat pada cara berpikir dan bertindak setiap personel. “Yang kami bangun bukan hanya sebuah program, melainkan cara pandang,” ujar Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. Pernyataan ini mencerminkan arah kepemimpinan yang berfokus pada transformasi pola pikir organisasi. Dalam konteks ini, menyapa bukanlah simbol semata, tetapi pintu masuk untuk membangun relasi yang sehat dan setara antara Polantas dan masyarakat. Polantas Menyapa dan Melayani 2026 dirancang agar melampaui siklus kebijakan tahunan. Nilai menyapa dan melayani diintegrasikan ke dalam pelatihan, standar kerja, serta praktik lapangan sehari-hari. Dengan pendekatan ini, budaya pelayanan tidak bergantung pada figur pimpinan, melainkan tertanam dalam sistem dan perilaku organisasi. Pendekatan tersebut sejalan dengan praktik global seperti service-oriented policing, procedural justice, dan trust-based policing. Namun, implementasinya tetap disesuaikan dengan konteks Indonesia, yang menjunjung tinggi nilai empati, gotong royong, dan musyawarah. Perpaduan antara standar internasional dan kearifan lokal ini menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun model pelayanan lalu lintas yang adaptif sekaligus membumi. Di ruang publik seperti jalan raya, kehadiran negara tercermin dari sikap dan tindakan aparatnya. Setiap interaksi Polantas dengan pengguna jalan membentuk persepsi masyarakat terhadap negara. Oleh karena itu, pendekatan yang menekankan pelayanan memiliki dampak strategis terhadap tingkat kepercayaan publik. Ketika kepercayaan terbangun, kepatuhan tidak lagi muncul karena rasa takut terhadap sanksi, melainkan karena kesadaran dan rasa dihargai. “Kami ingin membangun kepercayaan jangka panjang, bukan kepatuhan sesaat,” tegas Kakorlantas Polri. Polantas Menyapa dan Melayani 2026 dirancang sebagai legacy kepemimpinan yang menempatkan kepercayaan publik sebagai fondasi keselamatan lalu lintas nasional. Ketika nilai melayani telah menjadi budaya, Polantas akan tetap hadir secara humanis dan profesional, apa pun tantangan yang dihadapi di masa depan. Inilah esensi kepemimpinan berkelanjutan: menyapa hari ini untuk menjaga masa depan.

Polantas Sebagai Wajah Negara, Membangun Kepercayaan dari Jalan Raya

6 Februari 2026
Persiapan Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas Tinjau Jalur Tol dan Arteri

Persiapan Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas Tinjau Jalur Tol dan Arteri

6 Februari 2026
Irjen Agus Dorong Kolaborasi Polri dan Ojol di Jawa Timur

Dari Silaturahmi hingga Solusi, Dialog Kakorlantas dan Ojol di Kota Batu

6 Februari 2026
Menjelang mudik Lebaran 2026, Korlantas Polri meninjau jalur Pantura dan Pansela guna memastikan kesiapan infrastruktur serta kelancaran arus mudik dan balik

Jalur Pantura Jadi Fokus Pengamanan Arus Mudik Lebaran 2026

5 Februari 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Copyright PanggungPolitik Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Home
  • Isuutama
  • Ekonomi
  • Pangan
  • Hits
  • Contact

Copyright PanggungPolitik Team All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In