• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Selasa, Februari 10, 2026
  • Login
panggungpolitik.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Isuutama
  • Ekonomi
  • Pangan
  • Hits
  • Contact
  • Home
  • Isuutama
  • Ekonomi
  • Pangan
  • Hits
  • Contact
No Result
View All Result
panggungpolitik.com
No Result
View All Result
Home News

Profil Agus Widjojo, Dubes RI yang Berperan Besar dalam Reformasi TNI

admin by admin
9 Februari 2026
in News, Tak Berkategori
0 0
0
Letjen Agus Widjojo

Letjen Agus Widjojo

Share on FacebookShare on Twitter

Panggungpolitik – Kabar duka datang dari dunia diplomasi dan pertahanan Indonesia. Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Filipina, merangkap Republik Kepulauan Marshall dan Republik Palau, Agus Widjojo meninggal dunia pada Senin malam, 9 Februari 2026. Almarhum menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.

Kepergian Agus Widjojo meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, serta bangsa Indonesia. Sosok yang dikenal sebagai purnawirawan perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) ini telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk negara, baik di bidang militer, politik, hingga diplomasi.

Ungkapan belasungkawa disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono. Melalui akun Instagram resminya, Menlu mengenang dedikasi dan keteladanan almarhum. “Duka mendalam atas berpulangnya Bapak Agus Widjojo, Duta Besar LBBP untuk Republik Filipina. Terima kasih atas seluruh darma bakti bagi negeri. Selamat jalan, jasa dan teladanmu akan selalu kami kenang,” ujar Sugiono, Senin (09/02/2026).

Profil Agus Widjojo mencerminkan perjalanan panjang seorang prajurit sekaligus pemikir. Ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1979 dan melanjutkan pendidikan dengan meraih gelar magister di bidang administrasi publik pada 1994. Pada tahun yang sama, Agus juga mengikuti pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), yang kelak menjadi institusi penting dalam perjalanan kariernya.

Dalam dunia politik, Agus Widjojo pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia periode 2001–2003, mewakili Fraksi TNI/Polri. Ia diangkat untuk menggantikan Hari Sabarno yang saat itu dipercaya menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri dalam Kabinet Gotong Royong. Posisi tersebut menegaskan peran Agus dalam transisi demokrasi Indonesia pada awal era reformasi.

Agus Widjojo juga dikenal sebagai purnawirawan Letnan Jenderal TNI Angkatan Darat. Ia merupakan putra dari Pahlawan Revolusi, Mayor Jenderal TNI (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo, yang gugur pada peristiwa Gerakan 30 September 1965. Latar belakang keluarga dan perjalanan militernya membentuk karakter Agus sebagai perwira yang menjunjung nilai profesionalisme dan reformasi.

Pada 15 April 2016, Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, melantik Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo sebagai Gubernur Lemhannas. Ia menjabat posisi strategis tersebut hingga tahun 2022. Selama memimpin Lemhannas, Agus dikenal sebagai tokoh yang aktif mendorong penguatan demokrasi dan supremasi sipil dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

Gubernur Lemhannas saat ini, Ace Hasan Syadzily, menilai almarhum sebagai sosok penting dalam reformasi TNI. “Letjen TNI [Purn] Agus Widjojo merupakan salah satu tentara reformis yang menyusun desain peran dan fungsi TNI dalam negara demokrasi di Indonesia. Pemikirannya mewarnai bagaimana peran TNI dalam sistem pemerintahan yang demokratis. Beliau salah satu perwira TNI yang mendorong supremasi sipil,” ujarnya.

Dengan wafatnya Dubes Agus Widjojo, Indonesia kehilangan seorang negarawan, diplomat, dan pemikir strategis. Warisan pemikiran serta keteladanannya akan terus dikenang sebagai bagian penting dari perjalanan demokrasi dan ketahanan nasional Indonesia.

Tags: Agus WidjojoAgus Widjojo meninggal duniaDubes
admin

admin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect with us

  • 138 Followers
  • 23.9k Followers
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Lance Armstrong Is Facing a $100 Million Lawsuit From the U.S. Government

3 November 2025

Super Bowl 2017: Here’s How Many People Watched the Super Bowl

5 November 2025

Matthew Wade says concussion substitute rule ‘needs to be looked at’

31 Oktober 2025

‘Dybala is the new Messi and worth €150m’ – Zamparini hails Juventus forward

29 Oktober 2025

Why the 2017 F1 rule changes will not level the playing field

0

Burnley v Lincoln City Betting: Clarets set for more cup joy on home soil

0

Orlando City provides Jason Kreis a chance at redemption – will he take it?

0

Why F1 must fight to restore the Nürburgring to the calendar

0
Letjen Agus Widjojo

Profil Agus Widjojo, Dubes RI yang Berperan Besar dalam Reformasi TNI

9 Februari 2026
Kepemimpinan dalam institusi kepolisian tidak semata-mata diukur dari jumlah kebijakan yang dikeluarkan, melainkan dari nilai-nilai yang mampu diwariskan dan bertahan dalam jangka panjang. Kepemimpinan yang bermakna adalah kepemimpinan yang sanggup menanamkan perubahan mendasar—ketika sebuah gagasan tidak berhenti sebagai program, tetapi tumbuh menjadi budaya organisasi. Prinsip inilah yang menjadi landasan lahirnya Polantas Menyapa dan Melayani 2026, sebuah inisiatif strategis Korps Lalu Lintas Polri di bawah kepemimpinan Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. Di tengah dinamika lalu lintas yang kian kompleks, Korlantas Polri menegaskan bahwa upaya mewujudkan keselamatan jalan raya tidak cukup hanya mengandalkan teknologi, sistem pengawasan, maupun penegakan hukum. Keselamatan membutuhkan pendekatan yang berorientasi pada manusia—kepemimpinan yang menempatkan pelayanan sebagai nilai inti dalam setiap tindakan. Berbagai pengalaman internasional menunjukkan bahwa reformasi kepolisian kerap gagal bertahan karena terjebak pada pendekatan berbasis proyek. Ketika kepemimpinan berganti, program pun ikut berhenti. Menyadari hal tersebut, Polantas Menyapa dan Melayani dirancang bukan sebagai agenda temporer, melainkan sebagai filosofi kerja yang melekat pada cara berpikir dan bertindak setiap personel. “Yang kami bangun bukan hanya sebuah program, melainkan cara pandang,” ujar Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. Pernyataan ini mencerminkan arah kepemimpinan yang berfokus pada transformasi pola pikir organisasi. Dalam konteks ini, menyapa bukanlah simbol semata, tetapi pintu masuk untuk membangun relasi yang sehat dan setara antara Polantas dan masyarakat. Polantas Menyapa dan Melayani 2026 dirancang agar melampaui siklus kebijakan tahunan. Nilai menyapa dan melayani diintegrasikan ke dalam pelatihan, standar kerja, serta praktik lapangan sehari-hari. Dengan pendekatan ini, budaya pelayanan tidak bergantung pada figur pimpinan, melainkan tertanam dalam sistem dan perilaku organisasi. Pendekatan tersebut sejalan dengan praktik global seperti service-oriented policing, procedural justice, dan trust-based policing. Namun, implementasinya tetap disesuaikan dengan konteks Indonesia, yang menjunjung tinggi nilai empati, gotong royong, dan musyawarah. Perpaduan antara standar internasional dan kearifan lokal ini menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun model pelayanan lalu lintas yang adaptif sekaligus membumi. Di ruang publik seperti jalan raya, kehadiran negara tercermin dari sikap dan tindakan aparatnya. Setiap interaksi Polantas dengan pengguna jalan membentuk persepsi masyarakat terhadap negara. Oleh karena itu, pendekatan yang menekankan pelayanan memiliki dampak strategis terhadap tingkat kepercayaan publik. Ketika kepercayaan terbangun, kepatuhan tidak lagi muncul karena rasa takut terhadap sanksi, melainkan karena kesadaran dan rasa dihargai. “Kami ingin membangun kepercayaan jangka panjang, bukan kepatuhan sesaat,” tegas Kakorlantas Polri. Polantas Menyapa dan Melayani 2026 dirancang sebagai legacy kepemimpinan yang menempatkan kepercayaan publik sebagai fondasi keselamatan lalu lintas nasional. Ketika nilai melayani telah menjadi budaya, Polantas akan tetap hadir secara humanis dan profesional, apa pun tantangan yang dihadapi di masa depan. Inilah esensi kepemimpinan berkelanjutan: menyapa hari ini untuk menjaga masa depan.

Polantas Sebagai Wajah Negara, Membangun Kepercayaan dari Jalan Raya

6 Februari 2026
Persiapan Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas Tinjau Jalur Tol dan Arteri

Persiapan Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas Tinjau Jalur Tol dan Arteri

6 Februari 2026
Irjen Agus Dorong Kolaborasi Polri dan Ojol di Jawa Timur

Dari Silaturahmi hingga Solusi, Dialog Kakorlantas dan Ojol di Kota Batu

6 Februari 2026

Recommended

Letjen Agus Widjojo

Profil Agus Widjojo, Dubes RI yang Berperan Besar dalam Reformasi TNI

9 Februari 2026
Kepemimpinan dalam institusi kepolisian tidak semata-mata diukur dari jumlah kebijakan yang dikeluarkan, melainkan dari nilai-nilai yang mampu diwariskan dan bertahan dalam jangka panjang. Kepemimpinan yang bermakna adalah kepemimpinan yang sanggup menanamkan perubahan mendasar—ketika sebuah gagasan tidak berhenti sebagai program, tetapi tumbuh menjadi budaya organisasi. Prinsip inilah yang menjadi landasan lahirnya Polantas Menyapa dan Melayani 2026, sebuah inisiatif strategis Korps Lalu Lintas Polri di bawah kepemimpinan Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. Di tengah dinamika lalu lintas yang kian kompleks, Korlantas Polri menegaskan bahwa upaya mewujudkan keselamatan jalan raya tidak cukup hanya mengandalkan teknologi, sistem pengawasan, maupun penegakan hukum. Keselamatan membutuhkan pendekatan yang berorientasi pada manusia—kepemimpinan yang menempatkan pelayanan sebagai nilai inti dalam setiap tindakan. Berbagai pengalaman internasional menunjukkan bahwa reformasi kepolisian kerap gagal bertahan karena terjebak pada pendekatan berbasis proyek. Ketika kepemimpinan berganti, program pun ikut berhenti. Menyadari hal tersebut, Polantas Menyapa dan Melayani dirancang bukan sebagai agenda temporer, melainkan sebagai filosofi kerja yang melekat pada cara berpikir dan bertindak setiap personel. “Yang kami bangun bukan hanya sebuah program, melainkan cara pandang,” ujar Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. Pernyataan ini mencerminkan arah kepemimpinan yang berfokus pada transformasi pola pikir organisasi. Dalam konteks ini, menyapa bukanlah simbol semata, tetapi pintu masuk untuk membangun relasi yang sehat dan setara antara Polantas dan masyarakat. Polantas Menyapa dan Melayani 2026 dirancang agar melampaui siklus kebijakan tahunan. Nilai menyapa dan melayani diintegrasikan ke dalam pelatihan, standar kerja, serta praktik lapangan sehari-hari. Dengan pendekatan ini, budaya pelayanan tidak bergantung pada figur pimpinan, melainkan tertanam dalam sistem dan perilaku organisasi. Pendekatan tersebut sejalan dengan praktik global seperti service-oriented policing, procedural justice, dan trust-based policing. Namun, implementasinya tetap disesuaikan dengan konteks Indonesia, yang menjunjung tinggi nilai empati, gotong royong, dan musyawarah. Perpaduan antara standar internasional dan kearifan lokal ini menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun model pelayanan lalu lintas yang adaptif sekaligus membumi. Di ruang publik seperti jalan raya, kehadiran negara tercermin dari sikap dan tindakan aparatnya. Setiap interaksi Polantas dengan pengguna jalan membentuk persepsi masyarakat terhadap negara. Oleh karena itu, pendekatan yang menekankan pelayanan memiliki dampak strategis terhadap tingkat kepercayaan publik. Ketika kepercayaan terbangun, kepatuhan tidak lagi muncul karena rasa takut terhadap sanksi, melainkan karena kesadaran dan rasa dihargai. “Kami ingin membangun kepercayaan jangka panjang, bukan kepatuhan sesaat,” tegas Kakorlantas Polri. Polantas Menyapa dan Melayani 2026 dirancang sebagai legacy kepemimpinan yang menempatkan kepercayaan publik sebagai fondasi keselamatan lalu lintas nasional. Ketika nilai melayani telah menjadi budaya, Polantas akan tetap hadir secara humanis dan profesional, apa pun tantangan yang dihadapi di masa depan. Inilah esensi kepemimpinan berkelanjutan: menyapa hari ini untuk menjaga masa depan.

Polantas Sebagai Wajah Negara, Membangun Kepercayaan dari Jalan Raya

6 Februari 2026
Persiapan Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas Tinjau Jalur Tol dan Arteri

Persiapan Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas Tinjau Jalur Tol dan Arteri

6 Februari 2026
Irjen Agus Dorong Kolaborasi Polri dan Ojol di Jawa Timur

Dari Silaturahmi hingga Solusi, Dialog Kakorlantas dan Ojol di Kota Batu

6 Februari 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Copyright PanggungPolitik Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Home
  • Isuutama
  • Ekonomi
  • Pangan
  • Hits
  • Contact

Copyright PanggungPolitik Team All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In