Panggungpolitik – Kabar duka datang dari dunia diplomasi dan pertahanan Indonesia. Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Filipina, merangkap Republik Kepulauan Marshall dan Republik Palau, Agus Widjojo meninggal dunia pada Senin malam, 9 Februari 2026. Almarhum menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.
Kepergian Agus Widjojo meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, serta bangsa Indonesia. Sosok yang dikenal sebagai purnawirawan perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) ini telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk negara, baik di bidang militer, politik, hingga diplomasi.
Ungkapan belasungkawa disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono. Melalui akun Instagram resminya, Menlu mengenang dedikasi dan keteladanan almarhum. “Duka mendalam atas berpulangnya Bapak Agus Widjojo, Duta Besar LBBP untuk Republik Filipina. Terima kasih atas seluruh darma bakti bagi negeri. Selamat jalan, jasa dan teladanmu akan selalu kami kenang,” ujar Sugiono, Senin (09/02/2026).
Profil Agus Widjojo mencerminkan perjalanan panjang seorang prajurit sekaligus pemikir. Ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1979 dan melanjutkan pendidikan dengan meraih gelar magister di bidang administrasi publik pada 1994. Pada tahun yang sama, Agus juga mengikuti pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), yang kelak menjadi institusi penting dalam perjalanan kariernya.
Dalam dunia politik, Agus Widjojo pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia periode 2001–2003, mewakili Fraksi TNI/Polri. Ia diangkat untuk menggantikan Hari Sabarno yang saat itu dipercaya menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri dalam Kabinet Gotong Royong. Posisi tersebut menegaskan peran Agus dalam transisi demokrasi Indonesia pada awal era reformasi.
Agus Widjojo juga dikenal sebagai purnawirawan Letnan Jenderal TNI Angkatan Darat. Ia merupakan putra dari Pahlawan Revolusi, Mayor Jenderal TNI (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo, yang gugur pada peristiwa Gerakan 30 September 1965. Latar belakang keluarga dan perjalanan militernya membentuk karakter Agus sebagai perwira yang menjunjung nilai profesionalisme dan reformasi.
Pada 15 April 2016, Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, melantik Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo sebagai Gubernur Lemhannas. Ia menjabat posisi strategis tersebut hingga tahun 2022. Selama memimpin Lemhannas, Agus dikenal sebagai tokoh yang aktif mendorong penguatan demokrasi dan supremasi sipil dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.
Gubernur Lemhannas saat ini, Ace Hasan Syadzily, menilai almarhum sebagai sosok penting dalam reformasi TNI. “Letjen TNI [Purn] Agus Widjojo merupakan salah satu tentara reformis yang menyusun desain peran dan fungsi TNI dalam negara demokrasi di Indonesia. Pemikirannya mewarnai bagaimana peran TNI dalam sistem pemerintahan yang demokratis. Beliau salah satu perwira TNI yang mendorong supremasi sipil,” ujarnya.
Dengan wafatnya Dubes Agus Widjojo, Indonesia kehilangan seorang negarawan, diplomat, dan pemikir strategis. Warisan pemikiran serta keteladanannya akan terus dikenang sebagai bagian penting dari perjalanan demokrasi dan ketahanan nasional Indonesia.












