Panggungpolitik – Korlantas Polri menegaskan komitmennya dalam memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Berbagai langkah strategis telah dipersiapkan secara komprehensif bersama kementerian, lembaga, serta pemangku kepentingan terkait guna menjamin perjalanan masyarakat berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho usai mengikuti Rapat Pimpinan TNI-Polri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2/2026). Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menyukseskan pengamanan mudik tahun ini.
“Korlantas bersama stakeholder sudah melakukan survei lapangan dan siap berkolaborasi dalam operasi pengamanan,” kata Irjen Pol Agus.
Pengamanan mudik Lebaran 2026 akan difokuskan pada sejumlah titik krusial yang diperkirakan mengalami peningkatan mobilitas signifikan. Area tersebut meliputi jalan tol, jalur arteri, pelabuhan penyeberangan, kawasan tempat ibadah, hingga pusat-pusat keramaian. Seluruh lokasi itu telah dipetakan dan dipastikan dalam kondisi siap menghadapi lonjakan pergerakan masyarakat selama periode mudik dan balik.
“Baik tol, arteri, penyeberangan, tempat ibadah, maupun kawasan keramaian, semuanya sudah siap,” ujarnya.
Sebagai tahapan awal sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Korlantas lebih dulu menggelar Operasi Keselamatan 2026. Operasi ini menjadi langkah preventif untuk membangun budaya tertib berlalu lintas sekaligus menekan potensi kecelakaan menjelang puncak arus mudik.
Operasi Keselamatan 2026 telah dimulai sejak awal Februari dan berlangsung selama dua minggu. Sasaran utamanya adalah meningkatkan kesadaran pengguna jalan, khususnya kelompok yang dinilai paling rentan terhadap risiko kecelakaan lalu lintas.
“Operasi Keselamatan 2026 menempatkan keselamatan pengguna jalan sebagai prioritas utama. Fokus perhatian kita arahkan kepada pengguna jalan yang paling rentan, khususnya pejalan kaki dan pengendara roda dua,” kata Irjen Pol Agus, Senin (26/1/2026).
Selain pendekatan persuasif dan edukatif, Korlantas juga melakukan langkah tegas terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Salah satu perhatian khusus adalah penindakan terhadap aksi balap liar yang kerap muncul menjelang Ramadan dan berisiko membahayakan keselamatan publik.
“Operasi ini menitikberatkan pada penertiban balap liar yang membahayakan keselamatan umum. Selain itu, kami juga melakukan pemeriksaan ketat terhadap kendaraan angkutan bus dan travel melalui titik-titik check point,” tegas Irjen Pol Agus.
Pemeriksaan terhadap angkutan umum dilakukan guna memastikan kelayakan kendaraan serta kesiapan pengemudi dalam melayani penumpang selama musim mudik. Langkah ini diharapkan mampu meminimalisir potensi kecelakaan akibat faktor teknis maupun kelalaian.
Korlantas juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keselamatan dengan mematuhi peraturan lalu lintas dan mempersiapkan perjalanan secara matang. Partisipasi publik dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran mudik 2026.
Dengan sinergi yang solid antara aparat, pemerintah, dan masyarakat, Korlantas optimistis pelaksanaan mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman dan kondusif. Kehadiran negara melalui pengamanan terpadu diharapkan mampu memberikan rasa nyaman bagi seluruh pemudik di berbagai wilayah Indonesia.










