Panggungpolitik – Penyanyi sekaligus dokter bedah plastik Tompi memberikan klarifikasi terkait pertemuannya dengan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka yang turut dihadiri sejumlah figur publik. Tompi menegaskan bahwa pertemuan tersebut murni difokuskan pada pembahasan bantuan lanjutan bagi sejumlah wilayah di Sumatra yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor dalam beberapa waktu terakhir.
Melalui sebuah video yang diunggah di media sosial, Tompi menjelaskan bahwa diskusi bersama Wakil Presiden membahas berbagai aspek penanganan pascabencana. Topik yang dibicarakan mencakup evaluasi bantuan yang telah berjalan, tantangan di lapangan, hingga perencanaan program pemulihan jangka menengah dan panjang, termasuk upaya menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Tompi menyebutkan bahwa wilayah yang menjadi perhatian utama dalam pertemuan tersebut meliputi Sumatra Utara, Aceh, dan Padang. Menurutnya, ketiga daerah tersebut membutuhkan dukungan berkelanjutan karena dampak bencana tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga memengaruhi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dalam waktu yang lebih lama.
Dalam penjelasannya, Tompi menekankan pentingnya perencanaan program bantuan yang terstruktur dan berkesinambungan. Ia menyampaikan bahwa para peserta pertemuan berdiskusi mengenai apa saja yang telah dilakukan di lapangan, bagaimana kondisi terkini masyarakat terdampak, serta kendala yang masih dihadapi dalam proses distribusi bantuan dan pemulihan infrastruktur.
Selain membahas penanganan pascabencana, Tompi juga menyampaikan sejumlah masukan terkait persiapan bantuan menjelang bulan Ramadhan. Ia menilai bahwa kebutuhan masyarakat akan dukungan logistik dan fasilitas penunjang ibadah perlu menjadi perhatian khusus, mengingat Ramadhan merupakan periode penting bagi umat Muslim.
Salah satu usulan yang disampaikan adalah penyediaan dapur umum dan bantuan konsumsi untuk sahur dan berbuka puasa. Tompi menilai program tersebut dapat membantu meringankan beban warga terdampak agar tetap dapat menjalankan ibadah dengan tenang di tengah keterbatasan yang mereka hadapi.
Lebih lanjut, Tompi menegaskan bahwa pertemuannya dengan Wakil Presiden Gibran tidak memiliki agenda politik maupun kepentingan pribadi. Ia menepis berbagai spekulasi yang berkembang di ruang publik dan menekankan bahwa kehadirannya semata-mata didorong oleh kepedulian terhadap kondisi kemanusiaan di daerah bencana.
Menurut Tompi, keterlibatan figur publik dalam diskusi semacam ini merupakan bentuk partisipasi sosial untuk memberikan masukan dari berbagai sudut pandang. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan tokoh publik dapat mempercepat proses pemulihan serta mendorong kebangkitan ekonomi di wilayah terdampak.
Tompi juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu atau candaan yang berlebihan terkait pertemuannya dengan Wakil Presiden. Ia menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah membantu warga yang membutuhkan serta memastikan program bantuan dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal penguatan sinergi antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat dalam menghadapi dampak bencana alam, sekaligus memastikan bahwa proses pemulihan tidak berhenti pada tahap tanggap darurat, tetapi berlanjut hingga kehidupan masyarakat kembali pulih secara menyeluruh.












