Panggungpolitik – Pelabuhan Benoa di Denpasar, Bali, semakin mengukuhkan perannya sebagai salah satu pusat utama wisata kapal pesiar internasional di Indonesia.
Keberhasilan ini ditopang oleh integrasi layanan kepelabuhanan serta dukungan infrastruktur dermaga yang terus ditingkatkan sesuai standar operasional internasional.
Dengan fasilitas yang semakin memadai, Pelabuhan Benoa kini mampu melayani kapal pesiar mewah berukuran besar secara aman dan efisien.
General Manager Pelabuhan Benoa, Anak Agung Gde Agung Mataram, menegaskan bahwa kesiapan pelayanan menjadi prioritas utama, terutama saat menghadapi kedatangan kapal pesiar dalam waktu yang berdekatan.
“Kami memastikan seluruh pelayanan kapal pesiar, termasuk yang sandar dalam periode yang berdekatan, berjalan aman, lancar, sesuai standar operasional,” kata Anak Agung Gde Agung Mataram di Denpasar, Bali, Selasa (14/1/2026).
Saat ini, Pelabuhan Benoa telah berkembang menjadi destination port yang mampu melayani kapal pesiar jumbo.
Tidak hanya sebagai tempat sandar, pelabuhan ini juga menyediakan layanan embarkasi dan debarkasi penumpang atau turn around, yang memungkinkan wisatawan memulai dan mengakhiri perjalanan kapal pesiar langsung dari Bali. Hal ini menjadi nilai tambah penting bagi pengembangan wisata kapal pesiar nasional.
Peningkatan layanan tersebut sejalan dengan perluasan kapasitas dermaga timur Pelabuhan Benoa. Panjang dermaga yang sebelumnya hanya 350 meter kini telah diperpanjang menjadi 500 meter.
Dengan kapasitas tersebut, pelabuhan mampu menampung dua kapal pesiar mewah berukuran besar secara bersamaan, sebuah kemampuan yang menempatkan Benoa sejajar dengan pelabuhan kapal pesiar internasional lainnya.
Dalam kurun waktu kurang dari dua pekan, yakni pada 1 hingga 13 Januari 2026, tercatat sebanyak enam kapal pesiar singgah di Pelabuhan Benoa. Enam kapal tersebut membawa total sekitar 5.500 penumpang serta 2.802 kru.
Rangkaian kunjungan diawali oleh Ovation of the Seas pada 1 Januari 2026, disusul Le Jacques Cartier pada 7 Januari 2026, Seven Seas Navigator pada 9 Januari 2026, Regatta pada 10 Januari 2026, Viking Orion pada 12 Januari 2026, serta Paspaley Pearl pada 13 Januari 2026.
Pada periode 11–12 Januari 2026, Pelabuhan Benoa juga melayani dua kapal pesiar yang sandar secara bersamaan, yakni Regatta dan Viking Orion.
Pelayanan paralel ini menjadi bukti kesiapan pelabuhan dalam mengelola operasional kapal pesiar secara terintegrasi, mulai dari pengaturan dermaga, pelayanan kepelabuhanan, hingga koordinasi lintas instansi terkait.
Selama berada di Bali, para penumpang kapal pesiar mewah tersebut mengikuti berbagai kegiatan wisata ke destinasi unggulan.
Aktivitas wisata kapal pesiar ini turut memberikan dampak ekonomi yang signifikan dengan menggerakkan sektor transportasi, jasa pariwisata, serta pelaku usaha lokal di berbagai daerah.
Berdasarkan catatan pengelola pelabuhan, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 65 kapal pesiar milik operator global singgah di Pelabuhan Benoa dengan total kunjungan sekitar 140 ribu wisatawan mancanegara.
Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 56 kunjungan kapal pesiar dengan arus penumpang mencapai 107.717 orang.
Sementara pada 2023, jumlah kunjungan tercatat sebanyak 48 kapal pesiar dengan total penumpang 78.241 orang. Tren peningkatan ini menunjukkan posisi strategis Pelabuhan Benoa sebagai gerbang utama wisata kapal pesiar di Indonesia.












